Telur Dinosaurus Utuh Berumur 120 Juta Tahun Ditemukan di Cina

Setidaknya, ahli paleontologi telah berhasil menemukan fosil 40 jantan dan betina spesies Pterosaurus disertai dengan lima telur dinosaurus utuh terawetkan dari periode Cretaceous Awal.

Temuan fosil Pterosaur beserta telur dinosaurus ditemukan dalam penggalian ilmuwan di barat laut Cina, mengungkapkan bahwa Pterosaurus hidup dan berkembang bersama kelompoknya.



Temuan fosil Pterosaur dan telur dinosaurus mewakili genus dan spesies baru yang disebut Hamipterus Tianshanensis, mirip dinosaurus Anzu Wyliei.

Studi ini ditulis Dr Wang Xiaolin dari Institute of Vertebrate Paleontology dan Paleoantropologi di Beijing, makalah diterbitkan dalam jurnal Current Biology.

Umumnya catatan fosil Pterosaurus sangat sedikit menjelaskan informasi populasi. Situs ini ditemukan pada tahun 2005, berada di Cekungan Turpan-Hami barat laut China.

Ahli paleontologi meyakini situs fosil Pterosaurus menyimpan ribuan tulang termasuk diantaranya tengkorak jantan dan betina serta telur dinosaurus utuh.

Sedimen yang ada di situs menunjukkan bahwa koloni Pterosaur punah disebabkan badai besar yang terjadi pada periode Cretaceous Awal, sekitar 120 juta tahun yang lalu.

Dr Wang dan timnya menyatakan bahwa fosil genus yang sebelumnya tidak diketahui termasuk spesies Pterosaurus, Hamipterus Tianshanensis.

Nama generik Hamipterus merupakan kombinasi dari referensi daerah penemuan spesimen, kata Pteros dalam bahasa Yunani diartikan sebagai 'sayap', nama spesifik Tianshanensis mengacu pada pegunaungan Tian Shan di Xinjiang, Cina.

Pterosaur termasuk reptil terbang dengan rentang sayap berkisar 25 cm hingga 12 meter dan hidup berkelompok.


Para ahli paleontologi telah memeriksa telur Pterosaurus terawetkan cukup baik dan lentur, tipis, cangkang berkapur di bagian luar dan lembut, membran tebal di bagian dalamnya, sangat mirip dengan telur ular modern.

Analisis 40 Pterosaurus menunjukkan perbedaan antara jantan dan betina berupa ukuran, bentuk, dan bagian puncak kepala. Kombinasi temuan fosil Pterosaurus dan telur dinosaurus menunjukkan sarang di sekitarnya, dan perilaku spesies Pterosaurus lebih suka berkelompok.

Hamipterus Tianshanensis kemungkinan besar mengubur telurnya di pasir sepanjang pantai danau kuno untuk mencegahnya dari kekeringan. Fosil Pterosaurus baru juga menjelaskan sistem reproduksi, pengembangan, dan perilaku Pterosaurus, dan masih banyak temuan yang belum terungkap.

Sumber :
Continue Reading | komentar

PENEMUAN DWARAKA – KOTA SANG KRISHNA YANG TENGGELAM


Peristiwa masa lalu adalah SEJARAH. Lama kelamaan sejarah ini bercampur dengan bumbu-bumbu tambahan yang bukan kejadian sebenarnya jadilah dia LEGENDA. Lama kelamaan legenda ini bercampur dengan tambahan-tambahan lagi dan didewa-dewakan, jadilah dia MITOS atau mythologi. Jadi hampir semua mitos dan legenda ada benang merahnya dengan sejarah. meskipung benang itu sangat tipis.
Seperti yang dikutip dari Alam Mengembang jadi Guru, Kerajaan Dwaraka adalah sebuah kerajaan yang didirikan wangsa Yadawa setelah melepaskan diri dari Kerajaan Surasena karena diserbu oleh raja Jarasanda dari Magadha. Kerajaan ini diperintah oleh Krishna Wasudewa selama zaman Dwapara Yuga. Wilayah Kerajaan Dwaraka meliputi Pulau Dwaraka, dan beberapa pulau tetangga seperti Antar Dwipa, dan sebagian wilayahnya berada di darat dan berbatasan dengan negeri tetangga yaitu Kerajaan Anarta. Wilayah tersebut terlihat seperti negara Yunani yaitu negeri dengan pulau-pulau kecil dan sebagian berupa wilayah daratan. Kerajaan Dwaraka kira-kira terletak di sebelah Barat Laut Gujarat. Ibukotanya bernama Dwarawati (dekat Dwarka, Gujarat). Tapi kalau dilihat dari namanya, Dwaraka yang adalah bahasa Sanskrit ini berarti pintu-pintu, mirip babilon yang juga berarti pintu (baab)
Selama masa jayanya, Dwaraka adalah kota yang dikelilngi tembok dan berisikan taman yang indah, parit yang dalam, dan beberapa kolam istana (Wisnu Purana), namun diyakini telah tenggelam setelah kepergian Krishna. Karena pentingnya sejarah dan hubungan dengan Mahabharata, Dwaraka terus menarik arkeolog dan sejarawan selain ilmuwan.
Sri Krishna membunuh Kamsa (paman dari pihak ibu) dan menobatkan Ugrasena (kakek dari pihak ibu-Nya) menjadi raja Mathura. Hal ini membuat Marah mertua Kamsa, Jarasanda (raja Magadh) bersama dengan temannya Kalayavana menyerang Mathura 17 kali. Untuk keselamatan bangsanya, Yadava, Krishna memutuskan untuk memindahkan ibukota dari Mathura ke Dwaraka.
Sri Krishna dan kaumnya, Yadava meninggalkan Mathura dan tiba di pantai Saurashtra. Mereka memutuskan untuk membangun kota mereka di daerah pesisir dan dipanggillah Visvakarma, dewa konstruksi. Namun, Visvakarma mengatakan bahwa tugas bisa diselesaikan hanya jika Samudradeva, penguasa laut, menyediakan beberapa tanah. Sri Kresna membujuk Samudradeva, dan dengan senang Samudradeva memberi mereka tanah berukuran 12 yojanas dan selanjutnya, dibangunlah oleh Visvakarma kota Dwaraka, sebuah kota emas.
Dwaraka kemudian dikenal sebagai salah satu tempat suci selain Mathura dan Vrindavana pada masa itu.

Tenggelamnya Kota Dwaraka
Setelah Sri Krishna pergi ke tempat tinggal-Nya dan Yadawa utama kepala tewas dalam perkelahian di antara mereka sendiri, Dwaraka menjadi tenggelam di laut. Ini adalah gambaran yang diberikan oleh Arjuna dalam Mahabharata:
“Laut, yang menghantam pantai, tiba-tiba memecahkan batas yang ditetapkan oleh alam. Laut itu bergegas ke memasuki kota dan memenuhi jalan-jalan kota yang indah.. Laut menutupi segala sesuatu di kota.” Arjuna melihat bangunan indah tenggelam satu per satu Dia lalu mengamati istana Krishna.. Dalam hitungan beberapa saat semuanya berakhir. laut itu sekarang menjadi tenang seperti danau. tidak ada bekas . kota yang indah Dwarka, yang telah menjadi tempat favorit dari semua Pandawa, kini hanya nama, hanya kenangan “. – Mausala Parva, Mahabharata.

Sejarah Dwaraka
Kota Dwaraka telah diselidiki oleh para sejarawan sejak awal abad ke-20. Lokasi yang tepat dari kota pelabuhan telah menjadi perdebatan untuk waktu yang lama. Beberapa referensi sastra, terutama dari Mahabharata, telah digunakan untuk menunjukkan lokasi yang tepat.
Dwaraka disebutkan dalam Mahabharata (Mausala Parva) dan lampiran epik, Harivamsa, mengacu pada penenggelaman Dwaraka oleh laut. Dwaraka adalah sebuah negara kota membentang hingga ke Bet Dwaraka (Sankhoddhara) di utara dan Okhamadhi di selatan. ke timur hingga Pindata. 30 hingga 40 meter tinggi bukit di sisi timur Sankhoddhara yang tingginya 30-40 meter mungkin adalah Raivataka seperti yang dimaksud dalam Mahabharata.
Ekskavasi di Dwaraka menambah kepercayaan pada legenda Krishna dan perang Mahabharata, serta memberikan bukti yang luas bahwa pernah ada masyarakat yang sudah maju yang tinggal di daerah-daerah pemukiman seperti MohenjoDaro-Harappa.
Unit Arkeologi Kelautan (MAU) bersama-sama dengan Institut Oseanografi Nasional dan Survei Arkeologi India. Di bawah bimbingan Dr Rao, seorang arkeolog kelautan yang terkenal, membentuk sebuah tim yang terdiri dari para penyelam-fotografer dan para arkeolog. Teknik survei geofisika dikombinasikan dengan penggunaan gema-suara, penembus lumpur, sub-bottom profiler dan detektor logam di bawah air. Tim ini melakukan ekspedisi arkeologi laut sebanyak 12 kali antara tahun 1983-1992. Artefak dan barang antik yang ditemukan dikirim ke Laboratorium Penelitian Fisik untuk mengetahui usia artefak. Dengan menggunakan termo-luminescence, karbon dating dan teknik ilmiah modern lain, artefak yang ditemukan berasal dari periode antara abad 15 hingga abad ke-18 SM. Dalam karya besarnya, The Lost City Dwaraka, Dr Rao telah memberikan rincian penemuan-penemuan ilmiah dan artefak.
Antara tahun 1983 sampai 1990, kota yang dikelilingi dinding Dwaraka ditemukan, dengan daerah lebih dari setengah mil dari garis pantai. Kota ini dibangun pada enam sektor di sepanjang tepi sungai. Fondasi batu dinding kota yang didirikan membuktikan bahwa tanah itu direklamasi dari laut. Secara umum, kota Dwaraka yang dijelaskan dalam teks-teks kuno sesuai dengan kota bawah laut yang ditemukan oleh MAU.
Menurut penemuan, Dwaraka adalah sebuah kota makmur di zaman kuno, yang hancur dan dibangun kembali beberapa kali. Ekskavasi besar yang dilakukan oleh Z.D. Ansari dan M.S. Mate menemukan candi candi yang terkubur di dekat kota Dwaraka sekarang.
Kesimpulan dari ekskavasi-ekskavasi yang dilakukan adalah bahwa kota ini adalah sebuah kota pelabuhan yang makmur, dan bertahan sekitar 60-70 tahun di abad ke-15 SM sebelum tenggelam di bawah laut pada tahun 1443 SM (meskipun masih ada yang berpendapat bahwa dwaraka tenggelam sekitar 3102SM), tapi yang jelas kota ini berasal tidak lebih dari 5000 tahun yang lalu.
Di antara benda-benda yang digali yang terbukti memiliki koneksi dengan Dwaraka, epik Mahabharata adalah segel diukir dengan gambar binatang berkepala tiga. Epik Mahabarata menyebutkan segel yang diberikan kepada warga Dwaraka sebagai bukti identitas ketika kota itu terancam oleh Raja Jarasanda dari kerajaan Magadh. Fondasi batu dinding kota didirikan membuktikan bahwa tanah itu direklamasi dari laut sekitar 3.600 tahun yang lalu. Epik Mahabarata juga menyebutkan kegiatan reklamasi tersebut di Dwaraka. Tujuh pulau yang disebutkan di dalamnya juga ditemukan tenggelam di Laut Arab.
“Penemuan kota legendaris dari Dwaraka yang dikatakan telah didirikan oleh Sri Krishna, adalah sebuah tonggak penting dalam sejarah India. Karena Hal ini telah menghilangkan keraguan para sejarawan tentang historisitas Mahabharata dan keberadaan kota Dwaraka. Hal ini juga mempersempit kesenjangan sejarah India dengan adanya kelangsungan peradaban India dari era Veda sampai hari ini. Atau dengan kata lain, telah terbukti bahwa Krishna memang benar pernah ada. (meskipun tentu bukan dewa)

Dwaraka dibanjiri oleh tsunami?
Mungkinkah tsunami telah melanda pantai Gujarat untuk menenggelamkan kota kuno Dwaraka? Para ahli yang terkait erat dengan penemuan kota yang hilang di lepas pantai Saurashtra tidak menutup kemungkinan ini. Mereka mengatakan bahwa Mahabharata berbicara tentang laut yang tiba-tiba melanda kota setelah menghilangnya Dewa Krishna dan Arjuna mengambil cucu Krishna ke Hastinapura.
“The Bhagavata Purana (11.30.5) menyebutkan ‘ete ghora mahotpata dvarvatyam yama-ketavah, muhurtam api atra na stheyam ada Yadu-pungavah.”
Terjemahan harfiah adalah “Bencana ini telah menjadi simbol kematian dan bangsa Yadavas tak bisa bertahan di sini lebih lama lagi..” Hal ini mirip dengan kerusakan yang ditimbulkan tsunami yang mungkin terjadi pada Dwaraka kuno dan penduduknya.
Tapi ada tiga teks termasuk Harivamsa, Matsya Purana dan Bhagavat-gita, yang menyatakan bahwa butuh waktu tujuh hari untuk mengosongkan Dwaraka sebelum tenggelam oleh laut. Jika kita menganggap bahwa Dwaraka tenggelam akibat tsunami, gerakan bertahap dari laut tidak dapat dijelaskan.

Dibawah ini kisah dwaraka dalam kitab Mosalaparwa
Mosalaparwa atau Mausalaparwa adalah buku keenam belas dari seri kitab Mahabharata. Adapun ceritanya mengisahkan musnahnya para Wresni, Andhaka dan Yadawa, sebuah kaum di Mathura-Dwaraka (Dwarawati) tempat Sang Kresna memerintah. Kisah ini juga menceritakan wafatnya Raja Kresna dan saudaranya, Raja Baladewa. Diceritakan bahwa pada saat Yudistira naik tahta, dunia telah memasuki zaman Kali Yuga atau zaman kegelapan. Ia telah melihat tanda-tanda alam yang mengerikan, yang seolah-olah memberitahu bahwa sesuatu yang mengenaskan akan terjadi. Hal yang sama dirasakan oleh Kresna. Ia merasa bahwa kejayaan bangsanya akan berakhir, sebab ia melihat bahwa banyak pemuda Wresni, Yadawa, dan Andhaka yang telah menjadi sombong, takabur, dan senang minum minuman keras sampai mabuk.

Kutukan para brahmana
Pada suatu hari, Narada beserta beberapa resi berkunjung ke Dwaraka. Beberapa pemuda yang jahil merencanakan sesuatu untuk mempermainkan para resi. Mereka mendandani Samba (putera Kresna dan Jembawati) dengan busana wanita dan diarak keliling kota lalu dihadapkan kepada para resi yang mengunjungi Dwaraka. Kemudian salah satu dari mereka berkata, “Orang ini adalah permaisuri Sang Babhru yang terkenal dengan kesaktiannya. Kalian adalah para resi yang pintar dan memiliki pengetahuan tinggi. Dapatkah kalian mengetahui, apa yang akan dilahirkannya? Bayi laki-laki atau perempuan?” Para resi yang tahu sedang dipermainkan menjadi marah dan berkata, “Orang ini adalah Sang Samba, keturunan Basudewa. Ia tidak akan melahirkan bayi laki-laki ataupun perempuan, melainkan senjata mosala yang akan memusnahkan kamu semua!” (mosala = gada)
Kutukan tersebut menjadi kenyataan. Sang Samba melahirkan gada besi dari dalam perutnya. Atas perintah Raja Ugrasena, senjata itu kemudian dihancurkan sampai menjadi serbuk. Beberapa bagian dari senjata tersebut sulit dihancurkan sehingga menyisakan sepotong besi kecil. Setelah senjata tersebut dihancurkan, serbuk dan serpihannya dibuang ke laut. Lalu Sang Baladewa dan Sang Kresna melarang orang minum arak. Legenda mengatakan bahwa serbuk-serbuk tersebut kembali ke pantai, dan dari serbuk tersebut tumbuhlah tanaman seperti rumput namun memiliki daun yang amat tajam bagaikan pedang. Potongan kecil yang sukar dihancurkan akhirnya ditelan oleh seekor ikan. Ikan tersebut ditangkap oleh nelayan lalu dijual kepada seorang Jara seorang pemburu. Pemburu yang bernama Jara membeli ikan itu menemukan potongan besi kecil dari dalam perut ikan yang dibelinya. Potongan besi itu lalu ditempa menjadi anak panah.

Musnahnya Wangsa Wresni, Andhaka, dan Yadawa
Setelah senjata yang dilahirkan oleh Sang Samba dihancurkan, datanglah Batara Kala, Dewa Maut, dan ini adalah pertanda buruk. Atas saran Kresna, para Wresni, Yadawa dan Andhaka melakukan perjalanan suci menuju Prabhastirtha, dan mereka melangsungkan upacara di pinggir pantai. Di pantai, para Wresni, Andhaka dan Yadawa tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk mereka, yaitu minum arak sampai mabuk. Dalam keadaan mabuk, Satyaki berkata, “Kertawarma, kesatria macam apa kau ini? Dalam Bharatayuddha dahulu, engkau telah membunuh para putera Dropadi, termasuk Drestadyumna dan Srikandi dalam keadaan tidur. Perbuatan macam apa yang kau lakukan?”. Ucapan tersebut disambut oleh tepuk tangan dari Pradyumna, yang artinya bahwa ia mendukung pendapat Satyaki. Kertawarma marah dan berkata, “Kau juga kejam, membunuh Burisrawa yang tak bersenjata, yang sedang meninggalkan medan laga untuk memulihkan tenaga”.
Setelah saling melontarkan ejekan, mereka bertengkar ramai. Satyaki mengambil pedang lalu memenggal kepala Kertawarma di hadapan Kresna. Melihat hal itu, para Wresni marah lalu menyerang Satyaki. Putera Rukmini menjadi garang, kemudian membantu Satyaki. Setelah beberapa lama, kedua kesatria perkasa tersebut tewas di hadapan Kresna. Kemudian setiap orang berkelahi satu sama lain, dengan menggunakan apapun sebagai senjata, termasuk tanaman eruka yang tumbuh di sekitar tempat tersebut. Ketika dicabut, daun tanaman tersebut berubah menjadi senjata setajam pedang. Dengan memakai senjata tersebut, para keturunan Wresni, Andhaka, dan Yadu saling membunuh sesama. Tidak peduli kawan atau lawan, bahkan ayah dan anak saling bunuh. Anehnya, tak seorang pun yang berniat untuk meninggalkan tempat itu. Dengan mata kepalanya sendiri, Kresna menyadari bahwa rakyatnya digerakkan oleh takdir kehancuran mereka. Dengan menahan kepedihan, ia mencabut segenggam rumput eruka dan mengubahnya menjadi senjata yang dapat meledak kapan saja. Setelah putera dan kerabat-kerabatnya tewas, ia melemparkan senjata di tangannya ke arah para Wresni dan Yadawa yang sedang berkelahi. Senjata tersebut meledak dan mengakhiri riwayat mereka semua.
Akhirnya para keturunan Wresni, Andhaka dan Yadu tewas semua di Prabhasatirtha, dan disaksikan oleh Kresna. Hanya para wanita dan beberapa kesatria yang masih hidup, seperti misalnya Babhru dan Bajra. Kresna tahu bahwa ia mampu menyingkirkan kutukan brahmana yang mengakibatkan bangsanya hancur, namun ia tidak mau mengubah kutukan Gandari dan jalannya takdir. Setelah menyaksikan kehancuran bangsa Wresni, Yadawa, dan Andhaka dengan mata kepalanya sendiri, Kresna menyusul Baladewa yang sedang bertapa di dalam hutan. Babhru disuruh untuk melindungi para wanita yang masih hidup sedangkan Daruka disuruh untuk memberitahu berita kehancuran rakyat Kresna ke hadapan Raja Yudistira di Hastinapura.
Di dalam hutan, Baladewa meninggal dunia dalam tapanya. Kemudian keluar naga dari mulutnya dan naga ini masuk ke laut untuk bergabung dengan naga-naga lainnya. Setelah menyaksikan kepergian kakaknya, Kresna mengenang segala peristiwa yang menimpa bangsanya. Pada saat ia berbaring di bawah pohon, seorang pemburu bernama Jara (secara tidak sengaja) membunuhnya dengan anak panah dari sepotong besi yang berasal dari senjata mosala di dalam ikan yang telah dihancurkan. Ketika sadar bahwa yang ia panah bukanlah seekor rusa, Jara meminta ma’af kepada Kresna. Kresna tersenyum dan berkata, “Apapun yang akan terjadi sudah terjadi. Aku sudah menyelesaikan hidupku”. Sebelum Kresna wafat, teman Kresna yang bernama Daruka diutus untuk pergi ke Hastinapura, untuk memberi tahu para keturunan Kuru bahwa Wangsa Wresni, Andhaka, dan Yadawa telah hancur. Setelah Kresna wafat, Dwaraka mulai ditinggalkan penduduknya.

Hancurnya Kerajaan Dwaraka
Ketika Daruka tiba di Hastinapura, ia segera memberitahu para keturunan Kuru bahwa keturunan Yadu di Kerajaan Dwaraka telah binasa karena perang saudara. Beberapa di antaranya masih bertahan hidup bersama sejumlah wanita. Setelah mendengar kabar sedih tersebut, Arjuna mohon pamit demi menjenguk paman dari pihak ibunya, yaitu Basudewa. Dengan diantar oleh Daruka, ia pergi menuju Dwaraka.
Setibanya di Dwaraka, Arjuna mengamati bahwa kota tersebut telah sepi. Ia juga berjumpa dengan janda-janda yang ditinggalkan oleh para suaminya, yang meratap dan memohon agar Arjuna melindungi mereka. Kemudian Arjuna bertemu dengan Basudewa yang sedang lunglai. Setelah menceritakan kesdiahnnya kepada Arjuna, Basudewa mangkat. Sesuai dengan amanat yang diberikan kepadanya, Arjuna mengajak para wanita dan beberapa kesatria untuk mengungsi ke Kurukshetra. Sebab menurut pesan terakhir dari Sri Kresna, kota Dwaraka akan disapu oleh gelombang samudra, tujuh hari setelah ia wafat.
Dalam perjalanan menuju Kurukshetra, rombongan Arjuna dihadang oleh sekawanan perampok. Anehnya, kekuatan Arjuna seoleh-oleh lenyap ketika berhadapan dengan perampok tersebut. Ia sadar bahwa takdir kemusnahan sedang bergerak. Akhirnya beberapa orang berhasil diselamatkan namun banyak harta dan wanita yang hilang. Di Kurukshetra, para Yadawa dipimpin oleh Bajra.
Setelah menyesali peristiwa yang menimpa dirinya, Arjuna menemui kakeknya, yaitu Resi Byasa. Atas nasihat beliau, para Pandawa serta Dropadi memutuskan untuk melakukan perjelanan suci untuk meninggalkan kehidupan duniawi.
Continue Reading | komentar

MISTERI KERANGKA MANUSIA YANG HIDUP DI JAMAN NABI NUH


Para ilmuwan di Penn Museum di Philadelphia secara harfiah menemukankan kerangka dalam lemari mereka. Seperti yang dikutip dari Alam Mengembang Jadi Guru, Staf di Penn Museum di Philadelphia baru-baru ini menemukan kembali kerangka manusia berusia 6.500 puluh tahun di dalam sebuah kotak yang disimpan di ruang bawah tanah museum tersebut selama 85 tahun.
Terselip di sebuah gudang, kotak kayu itu tidak memiliki nomor identifikasi atau kartu katalog. Tapi upaya terakhir untuk mendigitalisasi beberapa catatan museum tua melahirkan informasi baru tentang sejarah kotak misterius dan kerangka yang ada didalamnya, yang dijuluki “Noah”.
Menurut catatan, kerangka manusia dalam kotak itu awalnya digali antara tahun 1929 dan 1930 di situs Ur, Irak oleh Sir Leonard Woolley dan timnya dari Museum Penn Inggris.
Ekskavasi yang dilakukan Woolley cukup terkenal karena mengungkap “kuburan kerajaan” Mesopotamia, terdiri dari ratusan kuburan dan 16 kamar makam dengan artefak budaya. Tapi arkeolog dan timnya juga menemukan kuburan yang jauh lebih tua (sekitar 2000 tahun lebih tua) dari makam kerajaan tersebut.
Dalam dataran banjir, hampir 15 meter di bawah permukaan situs Ur, tim menemukan 48 kuburan yang bertanggal kembali ke periode Ubaid, sekitar 5500 SM – 4000 SM. Meskipun sisa-sisa dari periode ini sangat langka bahkan pada tahun 1929, Woolley memutuskan untuk memulihkan hanya satu kerangka dari situs. Ia melapisi tulang dan tanah sekitarnya dengan lilin, memasukkannya ke dalam kotak dan mengirimkannya ke London, lalu dikirim ke Philadelphia.


Kerangka Noah saat masih dilapisi lilin.

Satu set daftar menguraikan kemana saja artefak dari penggalian tahun 1929-1930 itu dikirim – setengah dari artefak tetap di Irak, yang lainnya di kirim ke London dan Philadelphia. Salah satu daftar menyatakan bahwa Museum Penn menerima nampan lumpur dari penggalian, serta dua kerangka.
Tapi ketika William Hafford, manajer proyek yang bertanggung jawab untuk digitalisasi catatan museum, melihat daftar, ia bingung. Salah satu dari dua kerangka di daftar itu tak bisa ditemukan.


Close-up dari tubuh bagian atas dan tengkorak kerangka 6.500 tahun yang ditemukan di Ur. Giginya masih terjaga dengan baik.

Penelitian lebih lanjut ke dalam database museum mengungkapkan kerangka tak dikenal telah dicatat sebagai “tidak diperhitungkan” pada tahun 1990. Untuk menemukan kerangka yang hilang ini, Hafford mulai menjelajahi catatan ekstensif yang ditulis oleh Woolley sendiri.
Setelah mencari informasi tambahan, termasuk gambar dari kerangka yang hilang, Hafford mendekati Janet Monge, kurator antropologi fisik Penn Museum. Tapi Monge, seperti Hafford, belum pernah melihat kerangka tersebut sebelumnya. Saat itulah Monge teringat kotak misterius berada di ruang bawah tanah.
Ketika Monge membuka kotak hari itu, dia menemukan bahwa kerangka itu adalah kerangka yang sama dengan yang terdaftar sebagai dikemas dan dikirim oleh Woolley.
Kerangka tersebut adalah kerangka seorang laki-laki, berusia 50 tahun atau lebih, yang tingginya sekitar 173-178 cm. Peneliti Penn Museum kemudian memberi nama kerangka tersebut dengan namam”Noah,” karena ia diyakini hidup di zaman setelah banjir besar melanda wilayah Ur.
Para arkeolog yakin, bencana tersebut lah yang diungkap dalam kitab suci agama Samawi yang ditulis beberapa milenium kemudian. “Ia (kerangka itu) diberi nama berdasarkan epik Gilgamesh sebagai orang yang selamat dari banjir besar, meski belum jelas siapa sejatinya identitas pria itu.
Teknik ilmiah baru yang belum tersedia pada masa Woolley, bisa membantu para ilmuwan di Museum Penn untuk menentukan lebih lanjut tentang periode masa dari mana kerangka kuno tersebut berasal termasuk pola makan, asal-usul keturunan, trauma, stres, dan penyakit apa yang dideritanya
Continue Reading | komentar

10 JENIS SETAN DAN TUGASNYA


Selama Abad Pertengahan, ada banyak sekali legenda setan. Bahkan sosok-sosok itu dianggap bertanggung jawab atas segala sesuatu buruk yang dilakukan manusia.
Bahkan ada seorang ahli iblis di Abad Pertengahan menulis semacam ensiklopedia yang didekasikan untuk mendata setan-setan mengenai hal-hal buruk yang mereka lakukan untuk umat manusia. Meskipun tak ada yang tahu kebenarannya dan hanya dianggap sebagai mitos, inilah mereka, dikutip daribagusseven.blogspot.com

10. Ardad

Tugas: Menyesatkan Para Pengembara
Pernahkah kamu merasa sedang dalam perjalanan berlibur lalu tiba-tiba kamu kesulitan menemukan hotel, jalan keluar, bahkan toko terdekat? Orang-orang jaman dahulu percaya bahwa hal demikian diakibatkan oleh iblis bernama Ardad. Meskipun bukan setan yang kuat, kaum Pagan hanya menganggap Ardad sebagai iblis ‘kasta rendahan’ yang memiliki pekerjaan ringan-ringan.

9. Agares

Tugas: Saling Berkata Buruk dan Menghancurkan Martabat
Mitos menyebutkan bahwa Agares adalah Bangsawan Terhormat di neraka. Di mana Agares memimpin lebih dari 31 pasukan setan. Agares adalah iblis yang suka menghancurkan martabat seseorang dan membuat manusia seringkali mengucapkan bahasa kotor yang membuat orang lain sakit hati.

8. Astaroth

Tugas: Menyebarkan Kesombongan, Kemalasan, Rasionalisasi
Pernahkah kamu merasa malas tiba-tiba melakukan apapun? Mitos percaya bahwa hal itu disebabkan kamu mendengarkan hasutan iblis Astaroth. Selain menguatkan rasa malas, Astaroth mengajarkan manusia untuk sombong dan hanya berpikir rasional sehingga tak percaya dengan yang namanya takdir atau kuasa Tuhan. Pernah kamu seperti itu?

7. Ose

Tugas: Menguatkan Penyakit Jiwa
Ose dianggap kaum Pagan dan tertulis dalam mitos ratusan tahun lamanya sebagai salah satu pemimpin neraka. Di mana Ose adalah iblis yang memiliki 31 pasukan setan. Ose disebut bertanggung jawab atas penyakit jiwa yang tiba-tiba dialami manusia. Seperti ‘suara-suara’ yang menyuruh manusia membunuh, tertawa tiba-tiba, delusional, sampai hal-hal di luar logika. Bahkan orang-orang percaya banyak tokoh politik menjadi korban dari Ose.

6. Sitri

Tugas: Membuat Orang Tak Tahu Malu dan Tak Peduli
Dalam kisah Raja Solomon (Nabi Sulaiman a.s) yang berhasil mengalahkan para iblis, disebutkan jika sosok Sitri adalah seorang bangsawan besar dari neraka dan memiliki perintah atas 60 pasukan setan. Sitri merupakan iblis yang membuat manusia tak tahu malu meski memamerkan aurat mereka di depan umum ataupun hal-hal berdosa lainnya. Salah satunya jika ada pria dan wanita yang melakukan skandal video porno dan orang itu tetap berjalan tegap tanpa malu atau menyesal, mereka dianggap sebagai pendukung Sitri.

5. Pruflas

Tugas: Menyulut Perselisihan, Pertengkaran,
Kebohongan Seperti yang diceritakan oleh katalog iblis-iblis karya Johann Weyer dalam buku Pseudomonarchia Daemonum, Pruflas adalah bangsawan dari neraka yang memiliki kuasa atas 26 pasukan setan. Pruflas suka sekali membuat manusia saling berselisih dan bertengkar satu sama lain. Selain itu iblis ini juga kerap kali membuat manusia mengucapkan kata bohong sehingga memicu pengkhianatan dan tentunya perselingkuhan dalam hubungan suami istri.

4. Beezelbub

Tugas: Menguasai Segala Kerakusan
Disebutkan bahwa Beezelbub adalah iblis yang suka membawa masalah besar. Dia juga dipercaya sebagai salah satu yang paling menonjol, kuat, dan begitu berkuasa sebagai anak buah terpercaya Raja Iblis, Lucifer. Beezelbub dianggap sebagai biang kerok dari prasangka buruk, kecemburuan, dan rasa rakus yang bisa membuat manusia tak terkendali serta bertindak mengerikan.

3. Asmodeus

Tugas: Mempertebal Gairah dan Nafsu
Di dunia seperti ini kasus seks bebas atau penyimpangan seksual adalah hal yang semakin sering didengar. Mitos percaya bahwa hal itu merupakan sesuatu yang dibuat oleh iblis Asmodeus. Jadi jika ada seseorang yang melakukan hubungan intim tanpa status suami istri, memamerkan kemesraan di depan umum, berpikir porno, homoseksual atau lesbian, mereka dianggap sudah jatuh dalam godaan Asmodeus. Asmodeus adalah salah satu Raja di neraka dan bertanggung jawab atas Nafsu yang merupakan salah satu dari 7 dosa mematikan.

2. Verrin

Tugas: Menguatkan Ketidaksabaran
Dianggap sebagai pangeran setan, Verrin bertanggung jawab atas orang-orang yang tidak sabaran dan mudah marah. Dalam buku Admirable History yang ditulis Sebastien Michaelis, Verrin termasuk iblis dalam jajaran tertinggi yang sedikit hasutannya saja bisa menimbulkan sebuah kerusakan besar pada manusia.

1. Lucifer

Tugas: Sang Raja Iblis Dari seluruh 7 dosa mematikan, kesombongan adalah yang tertinggi dan begitu dibenci Tuhan.
Siapa penyebab atas rasa sombong? Dia adalah sang Raja Iblis, Lucifer atau entah apapun namanya. Berbagai agama memiliki versi berbeda terhadap sosok laknat ini. Ada yang menyebutkan bahwa Raja Iblis ini dulunya adalah malaikat yang diusir dari surga oleh Tuhan karena sombong, namun ada juga yang menyebutkan bahwa dia memang makhluk yang dibuat dari api namun karena enggan menerima sosok manusia, dia diusir Tuhan sehingga berjanji untuk mengajak umat manusia ke kejahatan sampai Kiamat.
Continue Reading | komentar

10 BENDA ANEH YANG PERNAH MASUK KE DALAM PENIS PRIA

1015115Garpu-dalam-Penis780x390
Ulah pria yang nekat memasukkan benda-benda ke lubang di dekat kelaminnya membuatnya berakhir dengan penderitaan. Benda asing tersebut bisa saja terjebak hingga harus memerlukan bantuan tim medis.
Ada banyak cerita dan laporan medis yang menjelaskan kasus benda tak biasa ada di organ intim pria setelah dimasukkan melalui uretra. Kebanyakan kasus harus dioperasi dan penis mengalamitrauma serius. Memasukkan benda ke dalam penis merupakan aktivitas berbahaya. Menurut penelitian tahun 2010 yang dipublikasikan dalam jurnal Royal Society of Medicine, perilaku ini bisa memicu konsekuensi urologi dan berdampak serius kepada pasien, termasuk kematian dan sepsis.
Penulis penelitian yakni Nishant Bedi, Tamer El-Husseiny, Noor Buchholz, dan Junaid Masood, menjelaskan, memasukkan benda asing ke dalam uretra dan kandung kemih biasanya untuk kepuasan seksual
terutama apabila dilakukan selama pria masturbasi. Jumlah benda asing yang dimasukkan sendiri ke dalam uretra dan kandung kemih jumlahnya meningkat selama dekade terakhir, terutama pada pasien laki-laki,” tulis peneliti. Berikut 10 Benda Asing yang pernah Bersarang di Penis penyebab Masturbasi yang dikutip dari berjambang.blogspot.com
1. Kadal
http://3.bp.blogspot.com/-fAWitkSqgo0/U2lvfSUqAjI/AAAAAAAAktY/kFXDtSkzt7Y/s1600/1.jpg
Ini adalah kisah klasik di sepanjang masa. Seorang pria melakukan petualangan seks dengan menolak diambilnya kadal dari dalam penisnya saat di UGD. Si pria mengaku mengalami hal yang menyenangkan dengan adanya kadal, meski ia berjuang untuk buang air kecil.
2. Garpu

Ada laporan yang diterbitkan dalam Journal of Surgery Cases tentang pria Australia berusia 70 tahun. Pria gaek itu harus dirawat di rumah sakit karena mengalami pendarahan di meatus uretra karena memasukkan garpu sebesar 4 inci ke dalam lubang penisnya demi kepuasan seksual. Anda bisa melihat foto hasil rontgen.
3. Sumpit

Garpu bukan satu-satunya alat makan yang pernah dipaksa masuk ke uretra. International Journalof Neurourology (2010) mendokumentasikan kasus pria berusia 50 tahun yang mendapat perhatian medis setelah mengalami sakit penis yang serius selama seminggu.
Dokter menemukan, tiga tahun sebelum mencari pengobatan, pria itu memasukkan sumpit plastik ke penisnya demi mencapai kenikmatan seksual. Rupanya, sumpit itu terjebak di dalam tubuhnya selama ini.
Ternyata, sumpit bukan satu-satunya benda asing di dalam kelamin pria itu. Pasien pernah memasukkan magnet ke dalam penisnya agar sumpit bisa keluar. Tapi, magnet juga terjebak di dalam dan sumpit gagal dikeluarkan. Si pria kemudian mencoba lagi memasukkan magnet lain untuk menarik magnet pertama. Dan usahanya kembali gagal.
4. Tali Lompat

Seorang pria berusia 40-an tahun dari Provinsi Hubei, China, memasukkan tali lompat (tali tambang) berwarna hijau ke dalam organ vitalnya. Pria tersebut sampai harus dioperasi karena tali sudah kusut. Beruntung operasi berhasil mengeluarkan tali dari kandung kemih dan uretranya.
5. Cotton Buds

Ini bukan karena ingin membersihkan kelamin. Tapi seorang pria memasukkannya ke lubang kelaminnya dan cotton bud terjebak di dalam penisnya.
6. Tusuk Gigi

Seorang pria di forum online mengaku bodoh dengan melakukan kesalahan besar. Ia memasukkan tusuk gigi ke dalam lubang di kelaminnya sehingga bersarang di benisnya dan tak bisa keluar.
7. Obat ke Penis

Ini sangat menyedihkan dan menjengkelkan. Seseorang pria di forum mengklaim teman-temannya menyuntikkan obat-obatan (narkoba) ke penisnya.
8. Benang Plastik
Seorang lelaki ketika di kelas 7 melakukan hal yang cukup aneh. Tali plastik yang biasanya digunakan untuk manik-manik di masukkan ke dalam uretra. Beberapa waktu kemudian, ia mengalami infeksi saluran kemih. Si pria itu kemudian melakukan berbagai cara untuk mengeluarkan tali dan hingga akhrinya ia memotong tali yang mencuat keluar. Tak ada hal seriusyang terjadi dan Mr P berfungsi dengan baik. Masalahnya, sudah lima tahun tali itu terjebak di uretranya.
9. Belut
Zhang Nan pria dari Provinsi Hubei, China, tak pernah menyangka niatnya melembutkan kulitnya dengan perawatan spa belut rawa malah membuat kelaminnya cedera. Belut yang digunakan untuk terapi tiba-tiba menuju ke ujung kelaminnya dan menembus hingga masuk ke ginjalnya.
10. Botol Obat

Sebuah penelitian pada tahun 1990an di jurnal Genitourinary Medicine melaporkan, seorang pria India berusia 28 tahun berakhir dengan botol obat terjebak di kantung preputial. Pria itu memasukkan botol di penisnya saat masturbasi. Ternyata botol itu tak bisa dikeluarkan dan mengharuskan ia dianastesi umum,” begitu isi laporan.
Continue Reading | komentar

Membuktikan Keberadaan Tuhan Secara Ilmiah

Kita sebagai mahluk beragama dengan mudah bisa meyakini eksistensi Sang Pencipta bila melihat keselarasan, kemegahan, kesempurnaan proses biologis dan mekanisme setiap benda di alam ini.

Namun nyatanya tidak semudah itu. Tafsir kitab suci yang beragam, penyimpangan penganut agama memahami ajaran cinta yang dibawa para nabi, munculnya teori evolusi, serta penemuan arkeolog dan proses yang terjadi di alam semesta mengakibatkan manusia mempertanyakan kembali sosok Tuhan.




Terlepas dari utopia surga dan neraka, apakah pengetahuan bisa membuktikan bahwa pencipta ada? Jawabannya adalah ya. Banyak ilmuwan masih meyakini ada Dzat di balik penciptaan semesta ini.

Baru-baru ini dua ilmuwan, Christoph Benzmüller dari Berlin Free University dan rekannya Bruno Woltzenlogel Paleo dari Technical University, Wina dikabarkan oleh media berhasil membuktikan dalil keberadaan Tuhan yang sebelumnya telah dipopulerkan matematikawan Austria, Kurt Godel, dengan menggunakan komputer Macbook.

Menurut duo ilmuwan ini, setelah menganalisis dalil Godel dalam tingkat matematika, dalil Godel bisa dibuktikan, setidaknya dalam tingkat pemahaman matematika. Keduanya membuktikan beberapa dalil dan aksioma dibuktikan dengan beberapa program pembuktian seperti THF TPTP, Nitpick, LEO-II dan Satallax, program pembantu pembuktian seperti Coq, Isabelle.

Seperti apakah dalil yang dicetuskan Godel?

Kurt Godel, matematikawan asal Checko kelahiran 28 April 1906 ini pernah mengeluarkan teori bahwa Tuhan bisa dibuktikan dengan dalil (decoded). Lima aksioma yang dituliskannya sebagai berikut:

1. "Properti" apapun, atau penyangkalan terhadap properti itu, adalah "positif"; tetapi tidak mungkin bahwa properti dan penyangkalan tersebut positif.

2. Jika satu properti positif  menyiratkan bahwa selalu ada beberapa properti, maka properti tersirat positif.

3. Properti tentang Tuhan (sesuatu yang seperti Tuhan; God-like) adalah positif.

4. Sifat-sifat properti yang positif hasilnya selalu positif.

5. Properti yang eksis selalu positif.

Catatan: Properti dalam KBBI: tanah milik dan bangunan, kepemilikan.
Maka properti bisa diartikan sesuatu benda yang ada dan kepunyaan pemiliknya.

Gödel membuktikan teorema menengah dan salah satu akibat wajar dalam buktinya. Aksioma pertama, ia membawa kita pada kesimpulan "Properti positif mungkin eksis". Setelah menambahkan aksioma ketiga, Tuhan, atau "menjadi seperti Tuhan" memiliki kemungkinan yang eksis. Dengan bantuan aksioma keempat, Gödel menyatakan bahwa "menjadi seperti Tuhan" satu inti dengan mahluk ciptaan "seperti Tuhan".

Setelah menambahkan aksioma akhir, Gödel menyimpulkan: adalah sangat diperlukan bahwa Tuhan itu ada.

Untuk memahami kalimat Godel tentang "menjadi seperti Tuhan / God-like" Anda harus membuka wawasan, menyingkirkan sejenak emosi agamis yang langsung terpaku pada Tuhan itu Allah, atau Elohim, Yahweh, dan sederet nama lain misalnya.  Di kalangan ilmuwan, "menjadi seperti Tuhan"  berarti ada Dzat yang mencipta, dan manusia menyebutnya Tuhan.

Mungkin terjemahannya agak susah ke Bahasa Indonesia. Bagaimanapun, kesimpulan dari dalil Godel adalah Dzat yang mencipta alam semesta ini, kita sebut Tuhan, adalah eksis, ada.


Filsuf Euclid
Dalil Godel sesungguhnya telah dicetukan berabad-abad lalu oleh filsuf Yunani kuno dan matematikawan Euclid.

Euclid menawarkan kasus "paralel" yang menarik. Aksiomanya menyatakan bahwa ada hanya satu garis lurus, 'S', melalui titik tertentu 'G' yang tidak berada pada garis lurus 'L'. Sehingga garis 'S'  tidak pernah bersinggungan pada garis 'L'.

Euclid mendefinisikan "geometri" ini pada permukaan datar. Kelemahan aksioma Euclid adalah, bila diterapkan pada bidang bulat seperti bola akan memberi hasil berbeda. Karena itu Godel bisa dibilang memiliki dalil yang lebih sempurna, dan duo ilmuwan seperti disebut pada awal artikel bisa membuktikannya dengan bantuan komputer.

Sumber: apakabardunia.
Continue Reading | komentar

fans page

twitter

 
EMCEYE Copyright © 2012. TEKCOMJAR™ - All Rights Reserved
Template Modify by maneduli.com Inspired EMCEYE.Inc
Proudly powered by Blogger